idealnya travel haji dan umroh di Lombok memanfaatkan potensi wisatawan Timur Tengah agar datang berkunjung ke NTB. Selama ini ada kesan peluang itu belum dikelola dalam mencapai pariwisata dengan visi daerah NTB Makmur Mendunia.
Hal itu mengemuka dalam percakapan media ini dengan Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, DR. Halus Mandala, M. Hum. Menurut Halus, saat ini wisatawan Timur Tengah mulai banyak yang berkunjung ke Bali di tengah konflik peperangan Iran vs Israel Amerika. Sedangkan kunjungan ke NTB masih bisa dihitung dengan jari.
“Untuk wisatawan Timur Tengah, peluang NTB untuk menggarapnya sebetulnya lebih besar ketimbang Bali, ” katanya seraya menyebut jumlah jamaah haji NTB yang memiliki antrian panjang dan travel umroh yang banyak melayani kebutuhan transportasi jamaah menuju Mekkah.
Sirkulasi pengantaran jamaah calon baji maupun umroh, menurut Halus, selayaknya memiliki timbal balik. Sehingga pesawat yang mengangkut jamaah ke sana ketika balik lagi bisa berkontribusi membawa wisatawan Timur Tengah.
Ketika menjadi pengurus Badan Promosi Pariwisata Dadrah (BPPD) NTB, Halus mengakui pernah melakukan promosi ke Dubai. Hanya saja, hasilnya belum cukup signifikan. Karena, diperlukan promosi berkelanjutan tidak hanya melibatkan praktisi pariwisata melainkan pengambil kebijakan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif maupun kepala daerah.
Salah satu formula, kata Halus, adalah dengan mengajak pengusaha Timur Tengah berinvestasi di sektor pariwisata seperti di bidang perhotelan. Dengan cara ini, kata Halus, efeknya akan lebih bagus dalam menyedot pangsa pasar wisatawan Timur Tengah.
Selain Bali, Halus mengatakan Puncak Bogor menjadi tujuan wisata alternatif wisatawan asal Timur Tengah. Namun, sementara ini belum dilakukan survei apa saja sebetulnya kebutuhan wisatawan yang berasal dari negara Arab yang membuat mereka terbujuk datang.
Apakah ada jadwal tsrtentu di kalangan mereka dalam berwisata, kata Halus, belum diketahui secara pasti.
“Apa saja kebutuhan mereka dalam berwisata, itu juga perlu kita ketahui untuk menarik wisatawan dari sana, ” katanya.
Yang jelas, tingginya penerbangan ke Arab Saudi perlu disikapi dalam meraih pangsa pasar baru wisatawan ke NTB yang dikenal dengan pawisata halalnya. Ian








