Home Edukasi Bangun Brand Aman dan Nyaman Raih Pangsa Pasar Wisatawan Dunia

Bangun Brand Aman dan Nyaman Raih Pangsa Pasar Wisatawan Dunia

8
0
Aturan Bagi  Para Pendaki Gunung Rinjani

Meraih pangsa pasar wisatawan dunia memerlukan strategi. Belajar dari Bali, citra aman dan nyaman menjadi model yang bisa diadopsi Lombok.

Hal itu dilemukakan dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Dr. I Putu Gede, terkait peluang meraih pasar wisatawan di tengah gejolak dunia yang tidak baik-baik saja.

“Segala fasilitas yang diperlukan wisatawan semestiimya tersedia. Sehingga wisatawan merasa aman walau dunia sedang perang,” katanya seraya. Ia menyebut ketika Rusia dan Ukrania berkonflik, wisatawan tetap berdatangan ke Bali.

Lombok sendiri, kata dia, sudah terkenal. “Namun yang belum terbangun adalah menjawab persoalan keamanan dan kenyamanan dengan brand image sebagaimana halnya Bali, ” cetus Putu Gede.. “Terkait kasus lain, Bali juga mengalami problem seperti masalah sampah, ” lanjutnya.

Sebagai ekspreai rasa aman dan nyaman, Putu Gede menyebut salah satu upaya dengan melibatkan wisatawan pada proses adat istiadat yang sudah mulai dimunculkan, pun melibatkan wisatawan dalam kegiatan kuliner sebagai pengalawan baru berwisata.

“Ciptakan atmosfer itu. Pendekatan berkelanjutan tujuannya untuk itu, ” cetusnya. “Pendekatan dari mulut ke mulut juga kuat memberi manfaat.”
Namun ia mengakui Bali memang lebih lama berkiprah di sektor wisata sehingga lebih cepat mengambil hati wisatawan dan menunjukkan reputasi yang bisa dilihat dunia.

Menurutnya, yang diperlukan sekarang adalah memperluas branding.

” Kalau kita mulai dari pendekatan pariwisata inti rakyat (PIR). Artinya pariwisata dikembangkan oleh rakyat dan untuk rakyat. Bagaimana memberi manfaat bagi rakyat. Itu lebih kuat, ” papar Putu Gede.

Ia mengakui pendekatan desa wisata memiliki pengaruh sangat kuat karena sanggup menggugah dan membangun desa berinteraksi dengan sumber pariwisata yang sangat banyak.

Berkenaan dengan kelebihan Lombok dibanding Bali, Putu Gede mengatakan branding Rinjani sangat kuat sebagai modal.

“Namun aspek hospitality yang perlu diperkuat. Misalnya di lingkungan porter. Karena Rinjani adalah kelebihan yang tidak dimiliki Bali, ” ujarnya.

Brand lain yakni Kota Tua Ampenan yang memiliki kekuatan historis namun selama ini tidak disadari. ian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here