Apa perbedaan pariwisata berkelanjutan dengan pariwisata regeneratif?
Pariwisata berkelanjutan fokus tidak merusak lingkungan dan budaya, serta menjaga sumber daya agar dapat digunakan jangka panjang. Sedangkan pariwisata regeneratif lebih jauh lagi aktif memulihkan sistem sosial budaya dan ekologi.
“Model regeneratif bertujuan meningkatkan destinasi dalam kondisi lebih baik memberdayakan komunitas lokal dan memulihkan kedaulatan budaya, ” kata Prof. Made Suyasa pada Annual International Seminar on “Regenerative Tourism” STP Mataram, Kamis (28/8).
Selain narasumber internasional seperti Prof. Darma Putra, hadir sejumlah narasumber pakar pariwisata STP Mataram di antaranya Dr. Sri Susanty dan Dr. I Putu Gede.
Prinsip utama pariwisata regeneratif adalah memulihkan dan meregenerasi, tidak hanya melestarikan tetapi aktif membangun ekosistem budaya dan komunitas.
Dalam pendekatan sistemik, regenerative tourism memandang destinasi sebagai sebuah sistem hidup yang saling berhubungan.
Ada nilai bersama dimana wisatawan, operator tour dan komunitas lokal, bersama-sama menciptakan pengalaman dan nilai yang saling menguntungkan.
Wisatawan dalam setiap kunjungannya harus memberikan dampak positif baik secara ekologis sosial maupun ekonomi.
“Pariwisata regeneratif tidak akan berjalan baik Kalau tidak ada kerjasama dengan semua pemangku kepentingan., ” jelas Suyasa.
Kesimpulannya adalah dekolonisasi perjalanan mengajak transformasi sistem pariwisata menuju keadilan sosial ekonomi dan budaya modern. Sedangkan generative tourism memberikan kerangka untuk pemulihan dan pemberdayaan komunal komunitas lokal.
“Peran semua pihak penting untuk membangun perjalanan yang bermakna dan berkelanjutan serta membawa kebaikan bagi destinasi dan pengunjung, ” katanya. Ian








