Home Edukasi Diseminasi Penguatan Kerjasama Perguruan Tinggi Berlangsung di STP Mataram

Diseminasi Penguatan Kerjasama Perguruan Tinggi Berlangsung di STP Mataram

182
0
Diseminasi Penguatan Kerjasama Perguruan Tinggi Berlangsung di STP Mataram

“Karena luar biasa sekian kali kegiatan di sini. Wamen ke sini karena perguruan tinggi memberikan kontribusi yang kuat,” Kepala Koordinator LLDIKTI Wilayah VIII, Gusti Lanang Bagus Eratodi, kepada media ini  pada “Diseminasi Penguatan Kerja Sama Perguruan Tinggi bagi PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII”.

Kegiatan yang bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya kerja sama pada perguruan tinggi, memberikan pelatihan mengenai pelaporan kerja sama, serta meningkatkan peran perguruan tinggi dalam pencapaian Sustainable Development Goals berlangsung di STP Mataram , Jumat (15/8).

Menurut Eratodi, perguruan tinggi di NTB yang berada di bawah naungan LLDIKTI Wilayah VIII  luar biasa dalam indikator kerjasama baik di dalam maupun luar negeri.  Indikator kerja sama perguruan tinggi di LLDIKTI Wilayah VIII, seperti perguruan tinggi pada umumnya, berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan relevansi perguruan tinggi dengan dunia luar. Beberapa indikator utama meliputi:  lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai bidangnya,  mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus.

Eratodi menilai capaian indikator tersebut menunjukkan perguruan tinggi di NTB disebut luar biasa. Disebutkan,  banyak kegiatan yang benar-benar dilaksanakan alias tidak hanya sekadar  dokumen kerjasama saja.

“Kalau kampus kerjasama, mahasiswa melakukan perkuliahan sudah ada masukan memudahkan mereka bekerja,” cetusnya seraya menyebut IKU (Indikator Kinerja Utama) adalah tolak ukur yang digunakan untuk menilai kinerja perguruan tinggi dalam berbagai aspek, seperti kualitas lulusan, pengalaman mahasiswa, kegiatan dosen, dan kerjasama dengan pihak eksternal.

IKU 6 LLDikti Wilayah VIII yang mengacu pada “Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia” adalah salah satu dari delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk Perguruan Tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

“Dengan memenuhi IKU 6, perguruan tinggi di bawah LLDIKTI Wilayah VIII diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansinya dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Eratodi.

Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kemendiktisaintek, Firman Hidayat, memaparkan banyak lulusan perguruan tinggi yang jadi penganggguran terbuka dan tertutup. Melalui kolaborasi itu, kata dia, aksesibiitas bisa tercapai.

“Ada perguruan tinggi yang bekerjasama dengan luar negeri. Kemitraan akan membangun trust yang bisa mencetak SDM unggul,” katanya seraya menambahkan perguruan tinggi memiliki kompetisi dan siap dimanfaatkan dunia industri.

Menurutnya, tren kerjasama kerjasama perguruan tiinggi mengalami pertumbuhan yang sangat bagus  dari 2020 hingga 2024 sangat bagus baik secara kualitas maupun kuantitas. Terkait kerjasama perguruan tinggi di NTB, ia menilai memiliki kepatuhan kerjasama sangat tinggi. Sementara ini IKU 6 LLDIKTI VIII Tahun 2024 tertinggi diantaranya STMIK, STP Mataram, Unizar, UTS, dan Hamzanwadi.

Dalam kesempatan itu, Utami Dewi Nastiti  memapaparkan pula Anugerah Kerja Sama Diktiristek (AKD) 2025. Momen ini merupakan  ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek untuk perguruan tinggi yang berprestasi dalam menjalin kerjasama dan kolaborasi di bidang pendidikan tinggi.

Tahun 2025, AKD mengangkat tema “Diktiristek Berdampak” yang mengacu pada Asta Cita Presiden nomor 2, 4, dan 5, yaitu terkait pemantapan sistem pertahanan keamanan, penguatan SDM, sains, teknologi, dan pendidikan, serta hilirisasi dan industrialisasi. ian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here