Home Edukasi Benahi Sektor Pariwisata, Komitmen Bupati Lombok Timur

Benahi Sektor Pariwisata, Komitmen Bupati Lombok Timur

183
0

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menekankan komitmennya membenahi sektor pariwisata, menekan angka kemiskinan, serta memperkuat tata kelola daerah.

Pada acara Silaturahmi dan Temu Wicara bersama Pelaku UMKM dan Pariwisata untuk Lombok Timur SMART yang berlangsung Ahad (6/7) di Aula Kantor Camat Sembalun, Bupati membagi pendekatan berdasarkan wilayah untuk menuntaskan persoalan pariwisata, yaitu di wilayah selatan, tengah, dan utara.

“Kita mulai dari selatan. Begitu turun, kita akan kumpulkan pelaku pariwisata dan UMKM,” tegas Bupati. Ia menyoroti isu akomodasi yang kini menyebabkan tamu tak bisa menginap, berimbas pada penurunan pajak signifikan dari Rp. 60 juta menjadi hanya Rp. 15 juta per bulan.

Bupati juga menyuarakan kekhawatiran serius jika pemilik hotel non-Lombok Timur, seperti investor dari Prancis atau Belanda, sampai menyebarkan kabar negatif tentang ketidakamanan daerah.

Demi menjaga harkat, martabat, dan kehormatan masyarakat Lombok Timur, Bupati menekankan pentingnya sinergi dan perjuangan kolektif.

“Ini demi harkat dan martabat, kehormatan masyarakat Lotim. Artinya kehormatan masyarakat Lotim harus dijaga, tidak boleh disepelekan sama orang luar,” tegasnya, sembari meminta solusi dan dukungan dari semua pihak. “Kalau kita tidak mengelola dengan baik, serius, dan jujur itu berat,” imbuhnya yakin semua persoalan bisa diselesaikan dengan perjuangan dan koordinasi bersama.

Terkait pariwisata di Gunung Rinjani, Bupati mendesak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) segera memperbaiki fasilitas yang kurang nyaman. Ia juga menekankan pentingnya proteksi bagi wisatawan, khususnya saat terjadi insiden alam.

Terkait hal itu, Bupati meminta Unit SAR Kabupaten dan komunitas untuk mengajukan proposal kebutuhan penanganan bencana atau kejadian di Rinjani kepada kementerian.

“Tidak boleh kita abai terhadap tamu-tamu pariwisata ini, mereka mau pakai mobil atau motor jangan diabaikan terutama dari mancanegara,” tegasnya.

Sementara itu dalam upaya penanganan kemiskinan, Bupati Warisin menyoroti tunggakan PBB sebesar Rp. 55 miliar, bahkan ada yang tidak membayar selama 10 tahun. Karena itu tim opjar telah dibentuk dan diturunkan.

“Ini wilayah kita, tempat kita dan kewajiban kita untuk membayar itu. Apa yang menjadi hak masyarakat, bupati akan upayakan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Ia berencana melimpahkan beberapa pekerjaan bupati dan dinas di kabupaten ke kecamatan, agar camat dapat lebih bekerja dan berkarya dalam membantu pemerintahan.

“Camat harus mengetahui mana yang miskin ekstrem, itu akan kita berlakukan dengan berbeda. Kita akan pikirkan bagaimana caranya mengangkat miskin ekstrem ini,” paparnya.

Bupati Warisin menyampaikan apresiasinya terhadap budaya saling menghargai dan silaturahmi di Sembalun, yang akan menjadi prioritas utama pengembangan wisata ke depan.

“Lotim luar biasa dibanding kabupaten lain. Dari sisi wisata gunung kita punya, laut indah dan sungai kita punya, bendungan juga kita punya. Ini tinggal kita bagaimana mengelolanya dengan baik sesuai dengan kearifan lokal kita,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan diskusi bersama pelaku UMKM dan pariwisata se-kecamatan Sembalun. Turut hadir pada giat tersebut, OPD terkait, Camat, Kades, Mitra Foundation dan pelaku UMKM dan pariwisata se-kecamatan SembalunHmly. Hmlt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here