Pasca kecelekaan beruntun, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) terus melakukan perbaikan jalur pendakian Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak Puncak Gunung Rinjani.
Tim gabungan terdiri dari petugas TNGR, TNI Polri dan relawan dikerahkan menuju puncak Rinjani. Sejak Sabtu pagi, mereka berjibaku memasang tangga besi dan membentangkan tali sepanjang ratusan meter di jalur pendakian ekstrem.
Pemasangan tangga dan tali ini difokuskan pada area jalur pendakian yang ekstrem dan curam untuk membantu pendaki melewati medan yang sulit sehingga para pendaki aman dan terhindar dari kecelakaan.
Kepala Resort TNGR Sembalun Taufikurrahman mengatakan sampai saat ini tim gabungan dari TNGR, TNI Polri, Rinjani Squad dan relawan masih bekerja melakukan pasangan tangga dan tali di sepanjang jalur pendakian Pelawangan Sembalun – Segara Anak.
Dijelaskan, dari hasil surve lapangan dan informasi dari para pendaki ada 12 titik yang disebut rawan dengan medan yang sangat ekstrem dan diantaranya ada tiga titik yang sangat krusial dan ini menjadi prioritas perbaikan.
“Salah satunya di lokasi insiden kemarin dan itu yang kami lakukan perbaikan dengan konsep menggunakan tangga”, ujar Taufikurrahman.
Proses perbaikan infrastruktur pendakian, katanya sudah dikerjakan selama tiga sejak Hari Sabtu Sabtu dan Tim gabungan masih bekerja dan tangga yang akan dipasang di tiga titik yang dianggap krusial dan rawan kecelakaan yaitu di Jalur Pelawangan – Segara Anak, Jalur menuju Puncak, dan jalur menuju akses mata air.
Selain tangga dan tali, lanjutnya, di sejumlah jalur pendakian akan dipasang plang dalam bentuk peringatan dan akan dibangun shelter, lokasinya di Pelawangan 4, sekitar 700 sampai 800 meter dari shelter yang sudah ada di Pelawangan 1.
Perbaikan infrastruktur pendakian ini diharapkan bisa segera rampung dan bisa menekan resiko kecelakaan bagi para pendaki yang ingin melihat keindahan puncak Gunung Rinjani.li








