Antoni Lo pemilik La Cabana Glamping di Dusun Pesugulan, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, memiliki cara menarik untuk melatih pemuda dan masyarakat berbahasa inggris dan menjadi pemandu wisata. Antoni memanfaatkan tamu-tamu asing yang menginap di penginapan miliknya sebagai tutor.
Tempat Antoni tidak seperti penginapan pada umumnya. Selain sebagai tempat menginap bagi tamu, juga sebagai tempat belajar masyarakat sekitar. Terutama anak-anak muda yang ingin menguasai bahasa inggris.
Antoni Lo menceritakan kelas belajar bahasa inggris itu dibuka pada awal tahun 2025 lalu. Hal itu berangkat dari keinginan kuatnya untuk melatih masyarakat sekitar berbahasa Inggris, agar bisa berinteraksi dengan tamu-tamu asing yang berkunjung di tempat mereka dan bisa berdampak secara ekonomi bagi mereka.
“Sasarannya adalah pemuda yang ada di Desa Bebidas dan sekitarnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan minat mereka belajar bahasa Inggris. Dengan harapan bisa memperbaiki ekonomi mereka nantinya,”tuturnya.
Kegiatan belajar bahasa inggris itu dilakukan 2-3 kali seminggu. Setiap pertemuan para pemuda akan diajarkan oleh tutor berbeda-beda dari negara yang berbeda juga, tergantung turis yang menginap. Fokusnya, hanya bahasa Inggris.
Belajar bahasa inggris di tempat ini, tidak seperti belajar di kelas sekolah formal atau lembaga kursus. Namun mereka langsung praktek berbicara menggunakan bahasa inggris, terutama bahasa sehari-hari yang biasa diucapkan.
“Misalnya hari ini temannya masalah wisata gunung. Maka yang mereka pelajari itu adalah bahasa yang membahas tentang Gunung saja. Seperti bagaimana menunjuk arah wisata, apa saja di tempat wisata itu, menawarkan bantuan dan lainnya,”kata Antoni.
Belajar bahasa Inggris dengan praktik langsung dinilai jauh lebih efektif, dibandingkan dengan hanya menghafal kosa kata. Berinteraksi langsung dengan tamu asing, membuat kosakata maupun kalimatnya cepat diingat daripada menghafal satu per satu kosa kata.
“Kita ajarkan mereka layaknya menjadi pemandu wisata asing. Karena kita ingin ke depan peserta ini bisa menjadi pemandu wisata di Desa Bebidas. Karena kita punya banyak tempat wisata yang kerap dikunjungi wisatawan,” bebernya.
Pemuda atau masyarakat yang sudah mahir dia rekrut untuk bekerja di penginapannya dan lainya sudahh berhasil menjadi pemandu wisata, menemani turis wara wiri ke sejumlah destinasi wisata.
Setelah belajar di halaman penginapan, ia kemudian akan membawa tamu melihat aktivitas masyarakat bersama peserta. Saat kunjungan peserta akan diajarkan bagaimana melayani wisatawan, dan menjelaskan aktivitas keseharian para petani di sawah kepada wisatawan.
Selain menyasar masyarakat dan pemuda muda . Antoni juga menyasar sekolah-sekolah dasar di desa setempat, untuk memperkenalkan dan menarik minat mereka belajar bahasa inggris.
Diakui, Desa Bebidas menjadi salah satu desa wisata di Lotim, yang memiliki banyak destinasi wisata. Namun masyarakat jarang yang bisa berbahasa inggris, sehingga potensi itu tidak terkelola dengan baik. Hal ini yang melatarbelakangi Antoni memberikan kursus gratis kepada warga untuk menunjang pariwisata setempat.
“Desa Bebidas ini merupakan desa wisata, jadi tamu yang datang sangat banyak dan bukan hanya tamu dalam negeri saja, tapi dari luar negeri,” kata Antoni.
Dari 12 warga yang mengikuti kursus bahasa inggris di La Cabana Glamping. Saat ini tersisa hanya delapan orang yang masih aktif mengikuti kegiatan tersebut. Dan sebagian besar saat ini mereka sudah bisa berbahasa Inggris.
Ke depan peserta yang telah mengikuti pelatihan bahasa inggris ini akan ditempatkan di penginapan. Sehingga pemberian kursus ini bukan hanya sekedar melatih kemampuan berbahasa Inggris, namun disiapkan untuk bekerja di sektor pariwisata.
“Kita ingin pemuda dan masyarakat ini, bisa ikut andil di sektor pariwisata. Karena saya berencana akan terus mengembangkan tempat ini. Karena tamu yang menginap di sini cukup ramai. Nanti teman-teman ini kita gunakan untuk mengelolanya,”imbuh Antoni.li








