Home Creative Babinsa Wanita Motivasi UMKM Gula Aren Karang Bayan Tingkatkan Produksi

Babinsa Wanita Motivasi UMKM Gula Aren Karang Bayan Tingkatkan Produksi

8
0

Semangat korsa seorang Babinsa wanita pertama di NTB ini patut diapresiasi. Sejak diamanahkan sebagai Babinsa untuk pertama kalinya dalam sejarah penempatan prajurit Kowad sebagai Babiinsa Pelda (K) Ni Nyoman Dewi Try Ary Susanti di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat dirinya berkomitmen untuk melaksanakan tugas pengabdian dengan baik ditengah aktivitas ekonomi masyarakat sekalipun.

Kehadirannya ditengah-tengah masyarakat pelaku UMKM di Dusun Karang Bayan, Desa Karang Bayan yang tengah menjalani proses pembuatan air nira menjadi gula aren ditunjukkannya dengan terlibat langsung dalam proses pembuatan gula aren dimaksud khususnya bagi warga setempat.

Kehadiran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pelda (K) Ni Nyoman Dewi Try Ary Susanti di tengah aktivitas produksi bukan sekadar kunjungan biasa, bagi Nyoman Dewi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap denyut ekonomi masyarakat lokal mewujudkan masyarakat sejahtera secara ekonomi.

Babinsa Karang Bayan, Pelda (K) Dewi begitu biasa ia disapa, sebagai bukti kedekatannya dengan masyarakat binaannya ia langsung turun berkunjung dan berdialog tidak saja himbauan untuk etap menjaga kondisi keamanan dan ketentraman masyarakat yang harus tetap dijaga, namun juga menyinggung tentang denyut nadi perekonomian masyarakat yang harus tetap dipacu.

“Ritme kerja seperti ini harus tetap kita solidkan dan semakin kita perkuat sebagai sebuah kerja nyata akan hubungan dan kedekatan aparat Babinsa dengan masyarakat kewilayahan dan masyarakat sebagai binaan kita,” kata Ni Nyoman Dewi.

Ia menambahkan, terkait usaha pembuatan air nira menjadi gula aren Pelda Pelda (K) Ni Nyoman Dewi menyimpulkan, dalam beberapa waktu terakhir, permintaan gula aren dari berbagai pelaku usaha terus meningkat.

Ia mengamati, fenomena menjamurnya cafe kopi di Kota Mataram menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tingginya kebutuhan gula aren sebagai pemanis alami. Banyak pelaku usaha minuman kopi kekinian kini lebih memilih gula aren karena cita rasanya yang khas dan dinilai lebih alami dan menyehatkan dibanding gula rafinasi.

Pelda (K) Dewi melihat akan perubahan tren tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat Dusun Karang Bayan. Sejumlah pengrajin yang sebelumnya memproduksi tuak, minuman tradisional berbahan nira, kini mulai beralih dan berinovasi. Mereka mengolah air nira menjadi gula merah cair serta gula merah batok yang memiliki nilai jual lebih stabil dan diterima luas di pasaran.

Pelaku UMKM Gula Merah Karang Bayan Inaq Sukini (40) mengungkapkan tentang usaha gula arennya, inovasi ini memberi harapan baru bagi ekonomi keluarga. Selain meningkatkan pendapatan, peralihan produksi juga dinilai lebih aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Dukungan Babinsa dalam bentuk pendampingan dan motivasi menjadi penyemangat bagi para pengrajin untuk terus berkembang.

“Kegiatan sambang seperti ini bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap produktif sekaligus mampu memanfaatkan peluang pasar yang ada. Ia juga mendorong warga untuk menjaga kualitas produksi agar gula aren dari Karang Bayan memiliki daya saing tinggi di pasar lokal maupun luar daerah,” Pelda (K) Dewi, menambahkan.

Sebagaimana diketahui, Karang Bayan dan sekitarnya dengan tofograpi alam pegunungan dikenal sebagai salah satu sentra produksi gula aren yang potensial di wilayah Lombok Barat diharapkan geliat ekonomi masyarakat setempat akan terus berputar dengan harapan ke depannya kehidupan masyarakat setempat akan semakin sejahtera dibawa binaan dan motivasi apparat TNI AD dalam hal ini Babinsa yang selalu berada di tengah-tengah masyarakat. (adi).

Foto: Babinsa Karang Bayan, Lingsar, Lombok Barat Pelda (K) Ni Nyoman Dewi Try Ary Susanti terlibat langsung dalam proses produksi air nira menjadi gula aren.hr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here