Beberapa tahun lalu, seorang lelaki asal Palembang tiba di Batu Kuwung (Batoe Koewoeng). Ia acap kali bermimpi agar datang ke lokasi itu jika ingin sembuh dari sakit kulit yang menggerogoti tubuhnya.
Muhiet, petugas di sana yang sudah sejak tahun 80 an mengabdi untuk Batu Kuwung, mempersilahkannya mengguyur tubuhnya di sebuah aliran kecil air panas, tempat yang dikenal sebagai kuwung.
“Seminggu mandi memanfaatkan guyuran air panas Batu Kuwung, pria itu sembuh. Sebelumnya dia kena sakit kulit yang berbau, ” tuturnya seraya menyebut selama sepekan ptia itu menginap di sana.
Peristiwa itu tentu saja dengan cepat menyebar luas. Walau sebelumnya permandian air panas Batu Kuwung cukup dikenal, peristiwa tersebut sangat menarik dan membuat orang berbondong bondong datang ke permandian.
Kesembuhan dari sakit tidak hanya dialami warga asal Palembang tadi. Tidak sedikit yang memanfaatkan sensasi air Batu Kuwung untuk pengobatan. Kata Muhiet, belum lama ini seorang warga yang berasal dari Cirebon yang lumpuh berendam di air panas. Setelah berendam, warga itu bisa berjalan kembali yang membuat orang-orang takjub.
Permandian air panas Desa Batu Kuwung di Kecamatan Padangincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dikunjungi warga dari berbagai daerah di Tanah Air tidak lepas dari tujuan melakukan relaksasi setelah perjalanan panjang.
Selain menyediakan kolam pemandian umum, terdapat pula kolam yang tertutup semacam bilik sebagai tempat berendam pribadi.Kolam khusus itu mengenakan biaya kepada pengunjungnya.
Menurut Bakti Juanda, salah seorang petugas di sana, selalu ada pengunjung memanfaatkan kolam rendam air panas yang mengandung belerang itu. Sehari sedikitnya 20 orang yang datang berendam. Jika hari libur pengunjung membludak secara berombongan.
Dikenai tarif masuk sebesar Rp 15 ribu per orang dewasa, pengunjung masih perlu mengeluarkan duit lagi untuk sewa tempat istirahat. Atau jika ingin berendam di tempat ekskluasif terdapat kolam rendam dengan biaya sekira Rp 40 ribu dalam waktu tertentu.
Salah seorang pengunjung asal Lombok, H. Rudi, mengaku badannya rada enak setelah beberapa menit berendam di kolam khusus. Air panas Batu Kuwung seakan-akan mengembalikan kondisinya lebih fit dibanding sebelumnya akibat lelah dalam perjalanan.
Batu Kuwung berarti “lubang besar melingkar”. Area ini terdapat di sekitar permandian yang merupakan cikal bakal destinasi bahkan nama tersebut.
Kehadirannya sebagai destinasi wisata membangkitkan perekonomian masyarakat.
Di areal kolam terdapat warga setempat yang berjualan berbagai jenis makanan ringan dan buah buahan seperti pisang dan kelapa muda. Sebutir kelapa misalnya dipatok Rp 15 ribu.
Sedangkan warga yang terserap bekerja di wisata alam permandian air hangat Batu Kuwung mencapai 9 orang, mulai dari penjaga loket, petugaa penjaga kolam hingga petugas kebersihan.








