DINAMIKA HIDUP DI MATA AIR.
I.
Di atas langit melangit membiru
Di atas bumi membumi menghijau.
II.
Di bawah langit awan menggelombang seputih hati nurani
Pawai peradaban berbusana putih
Betapa anggun lestari
Aba — aba para Malaikat utusan Ilahi.
III.
Di bawah bumi mata air mengalir dan menghilir
Ke segala jurusan muara
Milyaran insan dan flora — fauna makhluk Nya
Hidup tak pernah redup
Dalam mimpi gagasan firman Kitab Langit yang membiru dan membumi menghijau
Dengan mengucur keringat makrifat Mu.
Pulau Sumbawa di bawah kaki langit nusantara
Ahad — wahid 29 Maret 2026.
ISTIRAHAT JARI HATI TELUNJUK DI ANDROID BENTAR dan SABAR
Tubuh — kalbu sembari tidur mencari mimpi yang dirindukan
Sastra — budi daya
Di aneka batu kalbu gunung sedang merenung.
Sayapun menulis di kertas bekas putih puisi
Diantar sekawan angin kembara yang mengembara.
Saya sakit lansia dan nyeri sendi sungguh pedih — perih sekali.
Menidurkan mimpi kelopak mata kepala
Diganggu angan layang — layang yang putus benang anjungannya.
Saya rindu akar cinta kasih fitri
Di pintu Mu saya mengetuk berkali — kali
Pulau Sumbawa di bawah kaki langit NTB
Selasa, 31 Maret 2026.
KATA HATI
Perang antar dunia nuklir
Tak akan terukir
Kalau kita mekar mawar senyum
Bersama tawa awan bunga kapas napas
Mata bayi bening sungguh jernih
Diwarnai langit angkasa raya
Maha Pesona Kuasa
Pulau Sumbawa di bawah kaki langit
Jumat berkah
3 April 2026.








