Home HEADLINE PUISI DIENULLAH RAYES

PUISI DIENULLAH RAYES

67
0
Dienullah Rayes (kiri)

SEHABIS HUJAN

Tetes-tetes jernih bening
di jemari tangan hijau daun
Kau sembunyi sunyi senyuman
di balik pagar gigi mutiaramu
yang misteri pendaran butir-butir sinar
Ciptaan Abadi Maha Nur.

Di bayang langit kekal ufuk selatan
terpajang tangga pelangi
konon cerita para bidadari turun mandi
berbusana aneka warna
senarai sayap yang dikepakkan
turun dan naik ke semesta kayangan.

Sang bungsu bidadari kehilangan sayap
duduk dalam sentuhan dan renungan
di tepi kolam bening yang hening.

Setelah kawin mawin dengan putera bumi
punya turunan yang melegenda
seorang putra gagah perkasa

Akhirnya puteri bungsu sempat temukan busana tradisi kayangan sayapnya
lalu gegas terbang ke keraton langit biru
diburu rindu cinta kasih
beralas ilustrasi rindu dan cinta yang tergantung
antara bumi dan langit ciptaan Mu.

Pulau Sumbawa,di pangkal Sumbawabesar NTB
Ahad — wahid 18 Januari 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here