Puisi Riyanto Rabbah
Kitalah yang mengetahui
kemenangan itu
pada peperangan yang lebih dahsyat
dari ayunan pedang
dan sambaran peluru
Karena nafsu itu datang
dengan sangat ramah
Mengajak sesuai keinginan
senafas raga
seperti seorang peri
dengan ranum senyuman
Kitalah yang mengetahui
kemenangan itu
mungkin hanya perlu
merayakannya dengan diam
dengan suara pelan
atau dengan
cucuran air mata
yang mengetuk
dinding langit






